Tampilkan postingan dengan label pelet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelet. Tampilkan semua postingan

Menguak Misteri Mantra Sihir ABRACADABRA

 Kalian pasti sering mendengar seorang pesulap mengucapkan mantra "Abracadabra" ketika melakukan aksinya. Kalimat tersebut seolah sangat ampuh. Tapi apakah anda mengetahui misteri apa dan darimanakah kalimat mantra "Abracadabra"  itu berasal?

 Ada sejumlah teori yang menceritakan asal muasal dari mantra misterius Abracadabra itu, sebagian meyakini bahwa kalimat "Abracadabra" itu berasal dari para penyembah berhala ataupun parapenyembah setan sehingga harus dihindari pengucapannya. Memang sulit sekali dibuktikan dan diperdebatkan karena tak ada bukti otentik asal kata misteri ini.

  Pendapat lain meyakini Abracadabra berasal dari kata Ibrani yang memiliki arti " ayah , anak , dan roh kudus " (ab , ben , dan ruach hakodesh). Terdengar sangat trinitas? Mungkin. Tapi banyak pula yang meyakini kata tersebut tidak mewakili kekristenan. Karenanya ada pula yang mengaitkan dengan bahasa Aram "Avra kadavra".

 Nah, bagi penggemar buku/film Harry Potter tentu ingat kata yang mirip dan sering digunakan yakni  "Avada Kedavra". Menurut sang penulis JK Rowling, mantra itu berarti "Biarkan sesuatu dihancurkan."

Sesuai arti menghancurkan yang disebut Rowling, tampaknya kata tersebut ada kaitannya dengan makna asli; menghancurkan penyakit. Catatan tertua penggunaan Abracadabra ditemukan milik Serenus Sammonicus, orang bijak di masa Roma kuno yang mencatat:

 "Ada sebuah penyakit yang disebut hemitriateos dan sangat mematikan. Cara menyembuhkannya hanya dengan cara menulis pada perkamen kata 'Abracadabra'. Caranya menulis baris demi baris. Pada setiap baris berikutnya hilangkan huruf terakhirnya hingga tinggal tersisa huruf 'A'. Lalu gantungkan pada leher. Banyak orang bilang kalau ditambah lemak singa bakal lebih efektif."

  Dari catatan  Sammonicus ini berarti mantra Abracadabra telah digunakan jauh sejak imperium Yunani. Sehingga muncullah teori lain menyebut kata ini berasal dari "abraxas" yakni numerologi Yunani sebagai penambah hari agar dalam setahun lengkap menjadi 365 hari. Kata ''abraxas" menjadi penyempurna, dan mungkin akhirnya digunakan sebagai bagian dari mantra penyembuh penyakit.

   Penggunaan jimat "Abracadabra" pada leher tampaknya tetap dipercaya turun-temurun oleh sebagian orang hingga abad pertengahan. Misalnya di tahun 1500-an Eva Rimmington Taylor menulis The Troublesome Voyage of Capt. Edward Fenton yang berbunyi: "Banester sayth yt menyembuhkan 200 orang dalam satu tahun dari malaria dengan menggantung jimat Abracadabra pada leher mereka."

    Lalu di tahun 1722, Daniel Defoe menulis Journal of  Plague Year bahwa hingga abad 18 masih banyak orang percaya pada kekuatan jimat "Abracadabra."

   Entah bagaimana kata misterius itu hilang dengan sendirinya memasuki abad 19 dan mantra misterius tersebut malah kemudian populer di kalangan pesulap. percaya taau tidak, semua terserah pada anda
Menguak Misteri Mantra Sihir ABRACADABRA
Sumber: Google

Tanda Rumah yang Terkena Gangguan Jin

Pada sebagian kasus gangguan jin, sakit, keharmonisan rmh tangga bahkan hingga usaha, bersumber di rumah. Artinya sumber gangguan tsb ada di rumah. Hal ini yang menyebabkan saat kita ruqyah di tempat peruqyah, tidak membawa hasil maksimal. Kenapa sumber gangguan ada di rmh? adakah isyarat dalam pernyataan Nabi?

Mari simak hadits ini

    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الشُّؤْمُ فِى الدَّارِ وَالْمَرْأَةِ وَالْفَرَسِ ».

    Dari Abdulloh bin Umar berkata: “Saya mendengar Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Kesialan itu dalam tiga perkara: kuda, wanita, dan *rumah*.’”[ HR. Bukhori: 2858 dan Muslim: 2225]

Dalam hadits ini, Nabi meng-isyaratkan bahwa diantara sumber masalah adalah rumah kita.

 Apakah ini bukan pemahaman klenik? Tidak!!

Pendapat yang kuat adalah yang merinci bahwa kesialan itu ada dua macam:

a.  Kesialan yang haram, seperti keyakinan orang-orang jahiliah yaitu pada hal-hal tertentu yang dianggap membawa sial,  berpengaruh pada keadaan, berpengaruh kebaikan dan keburukan, sehingga menghalangi mereka dari keinginan dan tekad mereka. Imam Nawawi  berkata tatkala menjelaskan segi kesyirikan thiyaroh: “Sebab mereka berkeyakinan benda tersebut berpengaruh untuk maju mundurnya suatu keinginan.”[Syarh Muslim 14/471] (misalnya meyakini angka sial, hari sial dll)

b. Kesialan yang dibenarkan yakni kesialan telah yang ditetapkan dalam hadits. Kesialan yg dimaksud dalam hadits adalah apa apa yang membuat hati seorang benci, tidak suka pada hal-hal tertentu setelah terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan padanya. Maksudnya,
   
1. Kesialan ini tidak muncul kecuali setelah terjadinya kemadhorotan yang berulang-ulang. Seandainya seorang merasa terkena madhorot dari sesuatu, maka boleh baginya untuk meninggalkannya.
   
2. Kesialan ini muncul karena adanya sifat yang tercela (dari apa yg dianggap sial tsb), berbeda dengan kesialan terlarang (keyakinan jahiliyah) yang biasanya muncul karena sebab yang tidak jelas, seperti membatalkan rencana bepergian gara-gara melihat seekor burung.

3. Dampak dari kesialan ini adalah meninggalkan, dengan tetap berkeyakinan bahwa hanya Alloh saja yang menciptakan dan mengatur kebaikan dan keburukan. Kesialannya bukan karena zat benda tersebut memiliki pengaruh, melainkan karena apa yang Alloh takdirkan pada benda tersebut berupa kebaikan dan kejelekan. Hal ini diperkuat oleh hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang berkata kepada Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam: _“Wahai Rosululloh, dahulu kami berada di rumah dan jumlah kami serta harta kami banyak, tatkala kami pindah rumah lain, jumlah kami dan harta kami menjadi sedikit.”_ Lalu Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda: _“Tinggalkan rumah tersebut.”_[HR. Abu Dawud: 3917, al-Bukhori dalam Adabul Mufrod: 918 dan dihasankan al-Albani dalam Shohih Sunan Abu Dawud 2/743.]

-----------
Penjelasan lebih lengkap ttg hadits ini bisa di lihat di www.abiubaidah.com
-----------

Nah, apa kaitan hadits diatas dengan masalah yang sedang kita hadapi?

Dalam kasus ruqyah kita temui kondisi seperti ini :

a. Kita mengalami sakit dan banyak masalah setelah pindah ke rmh baru.

b. Sakit yang kita alami lebih sering kambuh saat ada di rumah, saat diluar rumah sehat dan lebih baik

c. saat ruqyah ke tempat peruqyah tidak terlalu signifikan hasilnya

d. setelah pindah di rmh baru mulai muncul perubahan sifat dan perilaku, semangat ibadah menurun, konflik dalam keluarga, sering gelisah ketika tidur, sering melihat penampakan, sakit bergiliran dll.

Jika hal-hal diatas terjadi dalam diri dan keluarga kita maka :

a. ruqyahlah rumahnya.

b. lakukan ruqyah bersama keluarga di rumah, jangan ke klinik ruqyah (mintalah peruqyah ke rumah utk ruqyah brsama)

c. hidupkan sunnah-sunnah di rumah, spt sholat sunnah, tilawah. dll

d. isi kegiatan di rumah dg kegiatan syiar dan da'wah.

e. hindari konflik dalam keluarga, dan membiasakan diri bersikap lebih lembut, dan meminta maaf.


Semoga bermanfaat.

Baarakallohu fiikum
tanda tanda rumah kena gangguan jin
M. Nadhif Khalyani

Kisah nyata | pengalamanku Menolak gendam

Sulit sekali dinalar dengan logika bahwa seorang yang berpendidikan tinggi masih saja bisa terkena gendam lalu engan mudahnya mengikuti apa perintah dari pelaku gendam tersebut. Aneh saja bagiku, seorang yang lulusan dari ITB begitu mudahnya terkena pengaruh gendam. Salah satu korbannya adalah pamanku sendiri.

Apa sebenarnya gendam itu dan bagaimana cara menangkalnya?. Itulah pertanyaan yang membuat aku merasa harus bisa menemukan jawabannya. 

Dari beberapa refferensi buku yang aku baca, aku menemukan keterangan bahwa gendam itu merupakan jenis hipnotis negeatif. Dan orang yang rentan terpengaruh adalah orang-orang yang kurang waspada dan sedang banyak pikiran. Makanya pelaku gendam biasanya bekerja dalam angkutan umum, karena biasanya akan ada penumpang yang sedang lelah, banyak pikiran, dan lain sebagainya. Sehingga akan mudah dipengaruhi dengan hipnotis negatif alias gendam ini.

Atau Pelaku ini beraksi di pusat perbelanjaan karena di sana juga banyak orang yang tidak sedang dalam kondisi siaga karena lelah berbelanja, marah karena gagal membeli barang atau malah sedang bingung memilih-milih apa yang akan dibeli.

Cara pelaku melancarkan aksi gendamnya adalah dengan menyentuh bahagian tubuh korbannya lalu berbicara seolah-olah sudah kenal dan berusaha sok akrab namun ada juga yang memasang wajah memelas dan mengatakan kalau dia (pelaku) sedang terkena masalah dan butuh bantuan. Bagian tubuh yang paling sering disentuh adalah bahu yaitu dengan cara ditepuk. Dengan tepukan yang tiba-tiba itu akan membuat kita terkejut dan hilang kesadaran namun disaat itu pula pelaku melancarkan hipnotisnya.

Oleh karena itulah gendam ini tidak akan bekerja pada orang yang waspada ataupun orang yang senantiasa ceria karena kedua tipe orang ini kesadarannya terus terjaga.

Berikut ini aku ceritakan beberapa pengalamanku berhadapan dengan pelaku gendam yang ingin menghipnotisku :

Pertama saat berada di Bogor ketika sedang memarkirkan mobil, ada tiga orang yang menepuk tangan sebagai kode untuk memanggilku. Aku yang sudah hapal dengan modus operandi mereka tentu saja sudah hapal dengan kondisi seperti itu. Dan benar saja, aku ditawarkan sebuah jam tangan rolex oleh orang itu. Sontak aku langsung menepuk pundak orang yang menawariku jam rolex itu sembari berkata " waw.. ini dia jam yang kau cari selama ini" sambil mengeluarkan uang seribu rupiah. Apa yang terjadi setelahnya? Ketiga orang itu mendadak menjadi pucat dan langsung kabur meninggalkan aku.

Kedua saat berada di sarinah dan sedang memilih baju batik untuk saya beli. Tiba-tiba ada tiga orang datang dan salah satunya menepuk  pundakku dan menawarkan jam tangan rolex. Segera aku rangkul dia yang menepukku tadi. Dan apa yang terjadi? ketiga orang itu pucat dan langsung lari meninggalkan aku. Lucunya lagi saat turun ke lantai satu, aku kembali bertemu dengan mereka yang sedang mancari mangsa. Setelah ku berikan senyum manis, mereka pun kembali kabur meningalkanku.

Ketiga saat aku berada di gramedia Mall Bekasi. Saat sedang meliha-lihat buku. Kali ini aku lengah, benar-benar lengah. Tiba-tiba ada orang yang menepuk pundakku, aku kaget. Namun karena aku adalah seorang RW yang biasa bergaul dengan warga dan kebiasaanku adalah merangkul warga saat bertemu dijalan dan menanya kan kabar mereka. Jadi reflek orang yang menepukku tadi langsung aku rangkul dan aku bertanya "apa kabar pak?". Tau apa yang  terjadi? orang tadi mendadak pucat dan bola matanya terbalik menjadi putih lalu pingsan seketika.

Nah jadi buat pembaca semuanya, jangan mudah kehilangan kesadaran saat berada dikeramaian ya. Jangan hilang fokus karena gendam atau hipnotis negatif ini bekerja dalam waktu dua sampai lima menit. Jadi dalam kurun waktu itu kalau korban gagal dikondisikan, maka itu artinya gendam yang dilancarkan gagal total. Demikian kisah saya ini semoga membawa manfaat buat parap embaca seluruhnya.
cara menolak gendam
Sumber : Pengalaman Pribadi

Cara Menangkal Sihir dalam Islam

Tata Cara Menangkal Dan Menanggulangi Sihir


Allah telah mensyari’atkan kepada hamba-hambaNya supaya mereka menjauhkan diri dari kejahatan sihir sebelum terjadi pada diri mereka. Allah juga menjelaskan tentang bagaimana cara pengobatan sihir bila telah terjadi. Ini merupakan rahmat dan kasih sayang Allah, kebaikan dan kesempurnaan nikmatNya kepada mereka.

Berikut ini beberapa penjelasan tentang usaha menjaga diri dari bahaya sihir sebelum terjadi, begitu pula usaha dan cara pengobatannya bila terkena sihir, yakni cara-cara yang dibolehkan menurut hukum syara’:

Pertama: Tindakan preventif, yakni usaha menjauhkan diri dari bahaya sihir sebelum terjadi. Cara yang paling penting dan bermanfaat ialah penjagaan dengan melakukan dzikir yang disyari’atkan, membaca do’a dan ta’awwudz sesuai dengan tuntunan Rasulullah ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya seperti di bawah ini:

A. Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat lima waktu, sesudah membaca wirid yang disyari’atkan setelah salam, atau dibaca ketika akan tidur. Karena ayat Kursi termasuk ayat yang paling besar nilainya di dalam Al-Qur’an. Rasulullah ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam salah satu hadits shahihnya :

“Barangsiapa membaca ayat Kursi pada malam hari, Allah senantiasa menjaganya dan syetan tidak mendekatinya sampai Shubuh.”

Ayat Kursi terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 255 yang bunyinya :

“Allah tidak ada Tuhan selain Dia, Yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhlukNya), tidak mengantuk dan tidak tidur, kepunyaanNya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

B. Membaca surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq, dan surat An-Naas pada setiap selesai shalat lima waktu, dan membaca ketiga surat tersebut sebanyak tiga kali pada pagi hari sesudah shalat Shubuh, dan menjelang malam sesudah shalat Maghrib, sesuai dengan hadits riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i.

C. Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah yaitu ayat 285-286 pada permulaan malam, sebagaimana sabda Rasulullah :

“Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya.”

Adapun bacaan ayat tersebut adalah sebagai berikut:

“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab dan rasul-rasulNya. (Mereka mengatakan), ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang (dengan yang lain) dari rasul-rasulNya’. (Mereka berdo’a): ‘Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, ia mendapat pahala (dari kewajiban) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a), ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya, beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir.”

D. Banyak berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna.

Hendaklah dibaca pada malam hari dan siang hari ketika berada di suatu tempat, ketika masuk ke dalam suatu bangunan, ketika berada di tengah padang pasir, di udara atau di laut. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Barangsiapa singgah di suatu tempat dan dia mengucapkan: ‘A’uudzu bi kalimaatillahi attaammaati min syarri maa khalaq’ (aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk ciptaanNya), maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu.”

E. Membaca do’a di bawah ini masing-masing tiga kali pada pagi hari dan menjelang malam :

“Dengan nama Allah, yang bersama namaNya, tidak ada sesuatu pun yang membahayakan, baik di bumi maupun di langit dan Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Bacaan-bacaan dzikir dan ta’awwudz ini merupakan sebab-sebab yang besar untuk memperoleh keselamatan dan untuk menjauhkan diri dari kejahatan sihir atau kejahatan lainnya. Yaitu bagi mereka yang selalu mengamalkannya secara benar disertai keyakinan yang penuh kepada Allah, bertumpu dan pasrah kepadaNya dengan lapang dada dan hati yang khusyu’.

Kedua: Bacaan-bacaan seperti ini juga merupakan senjata ampuh untuk menghilangkan sihir yang sedang menimpa seseorang, dibaca dengan hati yang khusyu’, tunduk dan merendahkan diri, seraya memohon kepada Allah agar dihilangkan bahaya dan malapetaka yang dihadapi. Do’a-do’a berdasarkan riwayat yang kuat dari Rasulullah untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh sihir dan lain sebagainya adalah sebagai berikut:

1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam me-ruqyah (mengobati dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an atau do’a-do’a) sahabat-sahabatnya dengan bacaan :

Artinya: “Ya Allah, Tuhan segenap manusia….! Hilangkanlah sakit dan sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tidak ada penyembuhan melainkan penyembuhan dariMu, penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Al-Bukhari).

2. Do’a yang dibaca Jibril , ketika meruqyah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari segala yang menyakitkanmu, dan dari kejahatan setiap diri atau dari pandangan mata yang penuh kedengkian, semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu.” Bacaan ini hendaknya diulang tiga kali.

3. Pengobatan sihir cara lainnya, terutama bagi laki-laki yang tidak dapat berjimak dengan istrinya karena terkena sihir. Yaitu, ambillah tujuh lembar daun bidara yang masih hijau, ditumbuk atau digerus dengan batu atau alat tumbuk lainnya, sesudah itu dimasukkan ke dalam bejana secukupnya untuk mandi; bacakan ayat Kursi pada bejana tersebut; bacakan pula surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, dan ayat-ayat sihir dalam surat Al-A’raf ayat 117-119, surat Yunus ayat 79-82 dan surat Thaha ayat 65-69.

Surat Al-A’raf ayat 117-119 yang bunyinya:

“Dan Kami wahyukan kepada Musa: ‘Lemparkanlah tongkatmu!’ Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu, nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka orang-orang yang hina.”

Surat Yunus ayat 79-82:

“Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): ‘Datangkanlah kepadaku semua ahli sihir yang pandai’. Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: ‘Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan’. Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: ‘Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenaran mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsung pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapanNya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).“

Surat Thaha ayat 65-69 yang bunyinya :

“Mereka bertanya,’Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamilah yang mula-mula melemparkan?’ Musa menjawab,’Silahkan kamu sekalian melemparkan’. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang oleh Musa seakan-akan ia merayap cepat lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berfirman: ‘Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat, sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu dari mana saja ia datang.”

Setelah selesai membaca ayat-ayat tersebut di atas hendaklah diminum sedikit airnya dan sisanya dipakai untuk mandi.)

Dengan cara ini mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menghilangkan penyakit yang sedang dideritanya.

4. Cara pengobatan lainnya, sebagai cara yang paling bermanfaat ialah berupaya mengerahkan tenaga dan daya untuk mengetahui di mana tempat sihir terjadi, di atas gunung atau di tempat manapun ia berada, dan bila sudah diketahui tempatnya, diambil dan dimusnahkan sehingga lenyaplah sihir tersebut.

Inilah beberapa penjelasan tentang perkara-perkara yang dapat menjaga diri dari sihir dan usaha pengobatan atau cara penyembuhannya, dan hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

Adapun pengobatan dengan cara-cara yang dilakukan oleh tukang-tukang sihir, yaitu dengan mendekatkan diri kepada jin disertai dengan penyembelihan hewan, atau cara-cara mendekatkan diri lainnya, maka semua ini tidak dibenarkan karena termasuk perbuatan syirik paling besar yang wajib dihindari.

Demikian pula pengobatan dengan cara bertanya kepada dukun,’arraaf (tukang ramal) dan menggunakan petunjuk sesuai dengan apa yang mereka katakan. Semua ini tidak dibenarkan dalam Islam, karena dukun-dukun tersebut tidak beriman kepada Allah; mereka adalah pendusta dan pembohong yang mengaku mengetahui hal-hal ghaib, dan kemudian menipu manusia.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan orang-orang yang mendatangi mereka, menanyakan dan membenarkan apa yang mereka katakan, sebagaimana telah dijelaskan hukum-hukumnya di awal tulisan ini.

Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita memohon, agar seluruh kaum muslimin dilimpahkan kesejahteraan dan keselamatan dari segala kejahatan, dan semoga Allah melindungi mereka, agama mereka, dan menganugerahkan kepada mereka pemahaman dan agamaNya, serta memelihara mereka dari segala sesuatu yang menyalahi syari’atNya.

(Dikutip dari tulisan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, dikirim : oleh al Akh Hari Nasution. Diterbitkan oleh Depar-temen Urusan KeIslaman, Wakaf, Dakwah Dan Bimbingan Islam, Saudi Arabia)
cara menangkal sihir dalam islam
Dikutip dari Salafy.or.id offline Penulis: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Judul: Hukum tentang Sihir dan Perdukunan/Paranormal

Korban Pelet Buluh Perindu

Kisah berikut ini diceritakan oleh seorang praktisi ruqyah saat melakukan teraphy ruqyah kepada seorang ibu rumah tangga yang mengalami kejadian aneh selama sembilan tahun pernikahannya. Dikeluhkan oleh ibu tersebut bahwa dirinya selalu terbayang mantan pacarnya sewaktu SMA dahulu. Si Ibu terus saja terbayang wajah mantan pacarnya itu, tiap malam bayangan mantan pacarnya itu selalu ada di dalam mimpinya. Si Ibu sadar bahwa ada yang tidak beres dengan dirinya. Karena hal itulah ia memanggil praktisi ruqyah untuk membatu menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapinyaa tersebut.

Sesampainya di rumah si Ibu pun mulai diruqyah. Pada lima belas menit pertama langsung bereaksi, rasa panas, dingin, kedutan di mata dan seperti ada yang tengah menjalar ditubuh si Ibu tadi. Proses ruqyah pun dilanjutkan hingga samapai pada suatu titik dimana jin yang berada di dalam tubuh si Ibu beraksi. Jin itu mulai tertawa-tawa dan kemudian menangis. 

Anehnya waktu peruqyah mencoba menggali informasi dari jin tersebut, tiba-tiba saja mulut si Ibu terkatup dengan gigi atas bawah beradu rapat seolah jin itu menutup diri agar informasinya tidak diketahui oleh peruqyah itu. Beberapa ayat dibacakan untuk membuat mulut si Ibu terbuka, namun hanya dalam hitungan detik saja terbuka lalu mulut si Ibu kembali tertutup rapat. 
Dakwah dan pemahaman Islam disampaikan kepada jin tersebut agar mau keluar dengan cara baik-baik dan memeluk agama islam serta bertaubat dan pergi dari lingkungan dukun yang mengirimnya. Namnun sayang jin itu lebih memilih bertahan dan tidak mengindahkan tawaran peruqyah tadi. Akhirnya dengan pertimbangan keselamatan si Ibu tadi, maka jin tersebut dibunuh dengan cara disembelih lehernya hingga putus. Jeritan dan tangisan jin itu pun terdengar pilu, tapi apalah daya itu adalah pilihannya karena telah mengganggu manusia. Seandainya jin itu mau bertaubat dan keluar dengan cara baik-baik maka hal seperti itu tidaklah perlu terjadi.

Tak lama setelah jin itu mati, secara tiba-tiba saja muncul buluh perindu dan bulu elang putih yang memang merupakan media untuk melakukan pelet kepada korbannya.
korban pelet buluh perindu
Sumber : pengalaman pribadi